Andre: Pungli Di Pasar Raya Meresahkan, Tim Saber Harus Bisa Lakukan OTT

Maraknya pungutan liar (pungli) di pasar raya bikin pedagang sasak angok. Tim sapu bersih (saber) Polresta Padang harus segera turun ke pasar untuk menyelesaikan masalah ini.

Usulan tersebut diungkapkan bakal calon Walikota Padang Andre Rosiade kepada Pos Metro. Menurutnya, pungli di pasar raya satu-satu sudah mulai terkuak.

“Hal ini sudah tidak bisa dibiarkan. Tim saber harus melakukan operasi tangkap tangan (OTT) agar kasus ini segera terungkap. Kersahan pungli dirasakan di Blok III Pasar Raya, pedagang kaki lima (PKL) dan lainnya. Tim saber harus masuk,” ujar Andre yang digadang-gadang bakal mengalahkan incumbent di Pilkada Padang 2018.

Andre yang elektabilitasnya makin meroket ini bilang, jarak Polresta Padang dengan Pasar Raya sangatlah dekat. Jadi, sangat memungkinkan untuk polisi yang tergabung dalam Tim Saber Pungli untuk mengungkap masalah ini. Para pedagang itu kebanyakan korban gempa 2009 lalu, tapi sampai sekarang belum juga bisa berjualan dengan normal. Ini harus menjadi catatan bersama.

“Pungli itu benar-benar telah meresahkan. Di Blok III saja, untuk menempatinya harus setor Rp 5 juta. Dengan alasan yang macam-macam. Sementara di Blok II dan Blok IV gratis. Kalau tidak ada yang memberikan lampu hijau tentu pungutan ini tidak akan terjadi. Ini harus ditelisik polisi,” tegas Andre yang juga didapuk sebagai Wakil Sekjen DPP Gerindra.

Selain itu, sebut Andre, pungutan untuk PKL juga aneh, dan uangnya juga harus dipastikan. Karena, PKL sudah meresahkan dan mengganggu penjualan para pemilik toko.

“Seperti informasi di koran kemarin, PKL dipungut Rp 3-10 ribu sehari. Jumlahnya 1.500 orang, tentu uang yang sangat banyak. Apa betul uang tersebut masuk ke kas Pemko Padang semua?” tanya Andre.

Menurut Andre, dengan kemungkinan uang yang terkumpul Rp 15 juta sehari atau Rp 450 juta sebulan, tentu sangat besar kalau diberikan untuk pendapatan asli daerah (PAD) Kota Padang. “Andai benar ke kas kota, tentu sangat banyak dan bisa dimanfaatkan untuk pembangunan pasar. Bisa Rp 5,4 miliar setahun dari PKL saja,” katanya.

Andre berharap, Pemko Padang melalui Dinas Perdagangan kembali menata Pasar Raya. Buatlah semua komit untuk berjualan pada waktu yang disepakati, baik itu pukul 14.00 atau 13.00 WIB untuk PKL. “Sekarang, pagi saja PKL sudah ramai di Pasar Raya, tentu sangat merugikan pemilik toko. Trantib Dinas Perdagangan harus bekerja lebih pagi, agar pedagang bisa bisa mendapatkan pelanggan yang lebih baik. PKL mulai berdagang di waktu yang telah disepakati,” katanya.

Andre juga menegaskan, dugaan pungli di Blok III harus diusut tuntas. Kalau memang tidak ada dasar hukum dan legalisasinya, sebaiknya dikembalikan saja. Jangan sampai, pedagang yang berjualan malah tidak tenang. “Kami berharap, pemko lebih proaktif dalam menyelesaikan persoalan di Pasar Raya ini. Bukan hanya memerlihatkan pembangunan gedung, trotoar dan lainnya,” pungkasnya.

sumber foto : https*://indonesiana.tempo.co/uploads/foto/2016/11/14/stop-pungli.jpg

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *