Andre: Tawuran Berkurang, Walikota Harus Diapresiasi

tawuran pelajar di kota padang

Tawuran antar anak muda di kota Padang sudah mulai berkurang. Walikota Padang dapat apresiasi dari Wakil Sekjen DPP Gerindra Andre Rosiade.

Andre yang bakal turut meramaikan pesta Pilkada 2018 bilang, Pemko Padang dengan menggandeng TNI sudah berhasil meredam tawuran yang biasanya terjadi hampir tiap minggu.

“Kita berikan apresiasi kepada pak Mahyeldi Ansharullah yang telah berhasil meredam aksi tawuran yang ada di Kota Padang ini,” kata Andre seperti dikutip dari Kabarnagari.com.

Menurut Andre yang elektabilitasnya makin meroket ini, program Pemko dalam menggandeng pihak TNI adalah langkah yang bagus. Karena, anak-anak yang sering tawuran itu perlu pembinaan yang ekstra terutama dari segi mental agar tidak mengulangi aksinya yang meresahkan warga.

“Saya juga baca sebelumnya diberita, tawuran marak dan meresahkan. Lalu, pemko menggandeng TNI untuk melakukan pembinaan kepada anak-anak tersebut, nah ini merupakan program yang bagus,” ujar Andre yang nantinya akan berpasangan dengan Maidestal Hari Mahesa pada Pilkada Padang.

Andre berharap, pembinaan yang dilakukan kepada anak-anak tawuran ini dapat berjalan intensif. Karena, anak-anak sekarang ini perlu ditanamkan jiwa nasionalisme dan nilai-nilai agama agar dapat mengurangi perilaku buruk didalam dirinya.

Sebelumnya, Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah mengatakan, bahwa tawuran di Padang sudah mulai berkurang sejak 40 orang anak muda yang suka tawuran ditangkap dan dibina TNI.

“Informasi yang kita dapat tawuran mulai mereda,” ujarnya.

Mahyeldi menyebut, sebanyak 40 orang anak muda yang suka tawuran itu telah mendapat binaan dari TNI. Mental mereka dibina, termasuk menanamkan ideologi, serta menanamkan nilai-nilai persatuan dan kesatuan kepada anak muda tersebut.

“Saat ditangkap dan mendapat binaan itu, pihak TNI dapat mengetahui siapa saja pimpinan anak muda yang suka tawuran,” kata Mahyeldi.

Diceritakan Walikota, seluruh anak muda yang dibina oleh TINI kini telah jauh berubah. Tidak lagi memiliki watak keras, justru menjadi penurut. Bahkan ada yang menjadi percontohan di tempat tinggalnya.

“Sesungguhnya masalah generasi muda kita karena kurangnya perhatian keluarga,” tandasnya Mahyeldi.

sumber foto : http*://www.harianhaluan.com/assets/berita/original/26591282617-tawuran.jpg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *