Setelah Dikritik Andre Rosiade, Uang Pungli Pedagang Pasar Raya Dikembalikan

Pedagang Pasar Raya Blok III akhirnya bisa bernafas lega. Setelah keluahannya pasal pungutan liar (pungli) diangkat ke publik oleh bakal calon Walikota Padang Andre Rosiade. Uang setoran sebesar Rp 5 juta per kios akan dikembalikan kepada pedagang yang tidak setuju ditarik pungutan oleh pengurus pasar.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang Endrizal mengatakan,  pertemuan pihaknya dengan pedagang pasar raya blok III menyepakati, bagi pedagang yang tidak setuju maka tidak dibebankan membayar uang sebesar Rp 5 juta per kios tersebut. Sementara bagi yang setuju dipersilahkan membayar.

Bagi yang tidak setuju namun telah menyetorkan uangnya kepada pengurus, maka uang tersebut akan dipulangkan. Tapi tentu waktu pemulangan dikembalikan kepada pengurus yang mengumpulkan. Dinas perdagangan menurutnya tidak ikut campur dengan masalah uang.

”Kalau masalah uang tentu urusannya pada pengurus. Kita hanya memfasilitasi pedagang,” janjinya.

Sebelumnya, kabar mengenai adanya pungutan liar ini diangkat ke publik oleh bakal calon Walikota Padang Andre Rosiade. Wakil Sekjen DPP Gerindra ini mengusulkan tim sapu bersih (saber) pungli untuk lakukan operasi tangkap tangan atasi pungli yang meresahkan pedagang.

“Pungli sudah tidak bisa dibiarkan. Tim saber harus melakukan operasi tangkap tangan (OTT) agar kasus ini segera terungkap. Keresahan pungli dirasakan di Blok III Pasar Raya, pedagang kaki lima (PKL) dan lainnya. Tim saber harus masuk,” ujar Andre yang digadang-gadang bakal mengalahkan incumbent di Pilkada Padang 2018.

Andre yang elektabilitasnya makin meroket ini bilang, jarak Polresta Padang dengan Pasar Raya sangatlah dekat. Jadi, sangat memungkinkan untuk polisi yang tergabung dalam Tim Saber Pungli untuk mengungkap masalah ini. Para pedagang itu kebanyakan korban gempa 2009 lalu, tapi sampai sekarang belum juga bisa berjualan dengan normal. Ini harus menjadi catatan bersama.

“Pungli itu benar-benar telah meresahkan. Di Blok III saja, untuk menempatinya harus setor Rp 5 juta. Dengan alasan yang macam-macam. Sementara di Blok II dan Blok IV gratis. Kalau tidak ada yang memberikan lampu hijau tentu pungutan ini tidak akan terjadi. Ini harus ditelisik polisi,” tegas Andre yang juga didapuk sebagai Wakil Sekjen DPP Gerindra.

Sindiran dan kritikan Andre terdebut pun dapat atensi dari Kapolda Sumbar Irjen Polisi Fakhrizal. Jenderal bintang dua itu bahkan menyebut telah mendapatkan informasi dan siap menindaklanjutinya kepada personel.

”Terima kasih informasinya. Kami atensi Pak Andre Rosiade,” kata Irjen Pol Fakhrizal menanggapi informasi yang beredar. Tak heran, jawaban sang jenderal menjadi angin segar bagi pemberantasan pungli di Pasar Raya Padang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *