Merdeka.com – Hubungan bisnis antara PT Sriwijaya Air dan anak usaha Garuda Indonesia, PT Citilink Indonesia kembali kisruh setelah sebelumnya sempat rujuk awal Oktober lalu. Penyebabnya, terdapat sejumlah masalah di mana kedua belah pihak tidak bisa menyelesaikan bersama.

Anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Andre Rosiade mengatakan, konflik ini harus disikapi dengan baik. Dia khawatir, masalah ini akan membuat bisnis Sriwijaya Air kembali di ujung tanduk.

Selain itu, tutupnya Sriwijaya juga dikhawatirkan membuat harga tiket kembali mahal. Sebab, pilihan maskapai penerbangan akan semakin sedikit, sehingga pembelian tiket akan kembali berpusat pada maskapai tertentu.

“Saat ini harga tiket bagi masyarakat itu tinggi. Kalau misalkan Sriwijaya ini tutup, otomatis harga tiket pun semakin tinggi lagi,” kata Andre saat dihubungi merdeka.com, Kamis (7/11).

Anggota Komisi VI dari dapil Sumatera Barat I ini mengatakan, Komisi VI akan mendalami kasus ini. “Ini yang perlu kami dalami di DPR nanti, karena hari ini baru bertemu dan mulai rapat dengan mitra dan di rapat-rapat selanjutnya kami akan dalami segera supaya tidak terjadi lagi kekisruhan seperti ini,” katanya.

Andre memberikan dua catatan besar untuk kasus ini, Pertama kasus ini diharapkan tidak mengganggu kinerja dua maskapai. Keluarnya Sriwijaya dari Garuda tidak mempengaruhi maskapai dan tetap beroperasi dengan baik seperti biasa untuk mengangkut penumpang.

Kedua, apapun keputusan yang diambil oleh manajemen Garuda, berharap tidak menjadi masalah baru bagi maskapai ini (Sriwijaya) yang diketahui saat ini memiliki utang yang cukup besar. Kebijakan ini juga diharapkan tidak membebani Garuda.

Andre meminta untuk Sriwijaya dan Garuda segera mengumumkan sikap resminya secara korporat agar kasus ini tidak berdampak kepada masyarakat. “Kita masih tunggu pernyataan resmi dari Garuda maupun Sriwijaya. Pernyataan resmi dari pihak Garuda maupun dari pihak Sriwijaya supaya kisruh ini bisa kita dengar apa masalahnya,” tambahnya.

Saham Garuda Indonesia Anjlok

Saham Garuda Indonesia dengan kode saham GIAA hari ini terjun ke zona merah. Tercatat, saham GIAA anjlok hingga ke level terendah di Rp565 per unit.

Padahal, saham maskapai pelat merah ini sempat naik ke Rp600 per unit. Berdasarkan data perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), volume saham yang ditransaksikan mencapai 6,25 juta unit senilai Rp3,62 miliar. [azz]

Sumber : https://www.merdeka.com/uang/garuda-indonesia-dan-sriwijaya-air-diminta-segera-keluarkan-pernyataan-resmi.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *